Rabu, 11 Agustus 2010

KHITBAH


Dapat ku tangkap senyummu yang begitu indah, menawan, namun kau haram bagiku
Kau dapat mengetahui isi hatiku, namun ku tau saat itu bukanlah kesanggupanmu
Ketika tawaran dari mu itu keluar dari hati mu
Hanyalah diam sebagai jawabanku, tak dapat ku menutupinya
Rasa bahagia dalam hatiku

Orang tua ku pun merestui akan niat ibadah kita
Tak dapat ku menutupi rasa bahagia yang keluar dari hatiku
Begitu lama ku menanti saat ini
Untuk menemukan cinta abadi yang setiap langkah dan ucapan kita tercatat sebagai amal ibadah

Saat yang dinanti pun telah tiba, kau ucapkan perjanjian hidup kita dihadapan ayahku
Hanya tetes-tetes bahagia yang mengalir dari pucuk hatiku
Ketika ku sentuh dirimu untuk yang pertama kali
Ku tak dapat menggambarkan rasa itu
Sangatlah bahagia yang dapat ku rasakan, dawai-dawai hati ini bermekaran dengan begitu indah