Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (36)(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan. (37) [QS. An-Nisaa' : 36-37]
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran Tinggi yang disiram oleh hujan lebat, Maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. jika hujan lebat tidak menyiraminya, Maka hujan gerimis (pun memadai). dan Allah Maha melihat apa yang kamu perbuat. (QS. Al Baqarah : 265)
orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar (QS.At Taubah :100)
Cahaya yang selalu diusahakan bersinar diHati adalah cahaya cinta kepada Robbi. Cahaya putih nan bersih yang memancarkan kedamaian dalam setiap tata kelakuan. Manusia yang memiliki cahaya dalam hatinya tak akan merasa kerugian dunia & akherat. Cahaya yang selalu dicari para pencariNYA
Senin, 11 Oktober 2010
Rabu, 11 Agustus 2010
KHITBAH

Dapat ku tangkap senyummu yang begitu indah, menawan, namun kau haram bagiku
Kau dapat mengetahui isi hatiku, namun ku tau saat itu bukanlah kesanggupanmu
Ketika tawaran dari mu itu keluar dari hati mu
Hanyalah diam sebagai jawabanku, tak dapat ku menutupinya
Rasa bahagia dalam hatiku
Orang tua ku pun merestui akan niat ibadah kita
Tak dapat ku menutupi rasa bahagia yang keluar dari hatiku
Begitu lama ku menanti saat ini
Untuk menemukan cinta abadi yang setiap langkah dan ucapan kita tercatat sebagai amal ibadah
Saat yang dinanti pun telah tiba, kau ucapkan perjanjian hidup kita dihadapan ayahku
Hanya tetes-tetes bahagia yang mengalir dari pucuk hatiku
Ketika ku sentuh dirimu untuk yang pertama kali
Ku tak dapat menggambarkan rasa itu
Sangatlah bahagia yang dapat ku rasakan, dawai-dawai hati ini bermekaran dengan begitu indah
syarat menjadi imam dalam shalat berjamaah
1. Orang Yang Paling Baik Bacaannya
Di antara syarat yang paling utama untuk menjadi imam dalam shalat berjama’ah adalah orang yang paling baik bacaannya atau disebut dengan aqra’uhum. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits beliau:
# Dari Abi Mas’ud Al-Anshari bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Yang menjadi imam shalat bagi manusia adalah yang paling baik bacaan kitabullahnya (Al-Quran Al-Karim). Bila mereka semua sama kemampuannya dalam membaca Al-Quran, maka yang paling banyak pengetahuannya terhadap sunnah” (HR. Jama’ah kecuali Bukhari)
# Dari Abu Masna Al-Badri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jama’ah di imami oleh yang lebih pandai membaca Kitab Allah. Jika sama-sama pandai dalam membaca Kitab Allah, maka oleh yang lebih alim tentang sunnah. Jika sama-sama pula, maka oleh yang lebih tua.” (HR. Muslim dan Abu Dawud)
Sebagian ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan aqra’uhum adalah yang paling paham, yakni yang paling paham dalam masalah agama, terutama dalam masalah shalat.
2. Orang Yang Paling Wara’
Lalu peringkat berikutnya adalah orang yang paling wara’, yaitu orang yang paling menjaga dirinya agar tidak jatuh dalam masalah syubhat
# Dari Abi Martsad Al-ghanawi bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Rahasia diterimanya shalat kamu adalah yang jadi imam (seharusnya) ulama di antara kalian. Karena para ulama itu merupakan wakil kalian kepada Tuhan kalian.” (HR. At-Thabrani dan Al-Hakim).
# Dari Ibnu Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jadikanlah orang-orang yang terpilih di antara kamu sebagai imam; karena mereka adalah orang-orang perantaraan kamu dengan Tuhanmu.” (HR. Ad-Daruqutni).
# “Apabila seseorang menjadi imam …, padahal di belakangnya ada orang-orang yang lebih utama daripadanya, maka semua mereka dalam kerendahan terus menerus.” (HR. Ahmad)
3. Orang Yang Lebih Tua Usianya
Peringkat berikutnya adalah yang lebih tua usianya. Dengan pertimbangan bahwa orang yang lebih tua umumnya lebih khusyu` dalam shalatnya. Selain itu memang ada dasar hadits berikut:
# Hendaklah yang lebih tua diantara kalian berdua yang menjadi imam (HR. Imam yang enam).
Apabila derajat mereka semua sama, maka boleh dilakukan undian.
Intinya kita dapat ambil bahwa syarat yang paling utama dari imam itu adalah yang paling baik bacaannya dan paling paham dalam hukum-hukum shalat.
Di antara syarat yang paling utama untuk menjadi imam dalam shalat berjama’ah adalah orang yang paling baik bacaannya atau disebut dengan aqra’uhum. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits beliau:
# Dari Abi Mas’ud Al-Anshari bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Yang menjadi imam shalat bagi manusia adalah yang paling baik bacaan kitabullahnya (Al-Quran Al-Karim). Bila mereka semua sama kemampuannya dalam membaca Al-Quran, maka yang paling banyak pengetahuannya terhadap sunnah” (HR. Jama’ah kecuali Bukhari)
# Dari Abu Masna Al-Badri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jama’ah di imami oleh yang lebih pandai membaca Kitab Allah. Jika sama-sama pandai dalam membaca Kitab Allah, maka oleh yang lebih alim tentang sunnah. Jika sama-sama pula, maka oleh yang lebih tua.” (HR. Muslim dan Abu Dawud)
Sebagian ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan aqra’uhum adalah yang paling paham, yakni yang paling paham dalam masalah agama, terutama dalam masalah shalat.
2. Orang Yang Paling Wara’
Lalu peringkat berikutnya adalah orang yang paling wara’, yaitu orang yang paling menjaga dirinya agar tidak jatuh dalam masalah syubhat
# Dari Abi Martsad Al-ghanawi bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Rahasia diterimanya shalat kamu adalah yang jadi imam (seharusnya) ulama di antara kalian. Karena para ulama itu merupakan wakil kalian kepada Tuhan kalian.” (HR. At-Thabrani dan Al-Hakim).
# Dari Ibnu Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jadikanlah orang-orang yang terpilih di antara kamu sebagai imam; karena mereka adalah orang-orang perantaraan kamu dengan Tuhanmu.” (HR. Ad-Daruqutni).
# “Apabila seseorang menjadi imam …, padahal di belakangnya ada orang-orang yang lebih utama daripadanya, maka semua mereka dalam kerendahan terus menerus.” (HR. Ahmad)
3. Orang Yang Lebih Tua Usianya
Peringkat berikutnya adalah yang lebih tua usianya. Dengan pertimbangan bahwa orang yang lebih tua umumnya lebih khusyu` dalam shalatnya. Selain itu memang ada dasar hadits berikut:
# Hendaklah yang lebih tua diantara kalian berdua yang menjadi imam (HR. Imam yang enam).
Apabila derajat mereka semua sama, maka boleh dilakukan undian.
Intinya kita dapat ambil bahwa syarat yang paling utama dari imam itu adalah yang paling baik bacaannya dan paling paham dalam hukum-hukum shalat.
Jumat, 16 Juli 2010
SAHABAT YANG KUINGINKAN

Ehm…dihari-hari yang begitu panas terasa di kota solo, yang baru ku tinggalli sekitar 7 th. Ku lihat dipinggiran jalan sepulang kuliah, ach banyak banget muda-mudi yang perpasangan dengan tidak muhrimnya batin ku dalam hati. Tak jauh dari jangkau pandanganku, aku melihatnya teman perjuanganku saat menempuh pendidikan di asrama dulu sedang berboncengan dengan laki-laki yang tidak muhrim dengannya, aku hanya bisa berulang-ulang mengucap istighfar dalam hati. Dalam perjalanan menuju kost ku yang tak begitu jauh dari kampus, aku pun bergejolak dengan pikiran dan hatiku, aku sangat mengingat wajahnya yang malu-malu karena aku telah memergokinya sedang berboncengan dengan “pacarnya”. Dalam batinku aku hanya bisa berkata, apakah ia lupa akan Allah, apakah ia tak malu dengan Nya. Hanya doa-doa yang tak terdengar yang dapat ku lantunkan, semoga hidayah untukmu teman ku. Sesampainya aku ditempat singgahku “kost” ku sibahkan tubuhku di atas kasur yang tak begitu empuk (karena kapas kasur telah ditelan waktu), wajah itu masih terngiang jelas dalam mata batinku, ku masih mengingat jelas kata-kata ia ketidak setujuannya akan pacaran dikalangan muda-mudi, tapi kini ia mengingkari kata-katanya dahulu aku menangis dalam hati. Teman kau bukanlah teman yang dulu ku kenal, berulang-ulang aku mengutuk diri ku sendiri yang tak dapat menyelamatkanmu “maaf teman ku telah lalai atas mu”.
Sore hari yang begitu indah apabila dihiasi oleh kemalasan untuk beraktifitas, namun aku harus manggerakkan tubuh ini untuk berjalan ke kampus menghadiri kajian yang diadakan LDK. Rasa lelah yang masih menyeruak dalam tubuhku membuat aku tak bersemangan untuk menggerakkan kaki-kaki ku untuk berjalan, namun aku harus melawan kemalasan itu yang akan terganti dengan nilai indah yang diberi Allah SWT. Sesampainya di masjid, subhanallah telah ramai dengan orang-orang yang luar biasa ternyata aku kalah dihadapan mereka. Tiba-tiba datanglah –ku sebut dengan mbak A- menghampiriku, menjabat tanganku –tangan yang hangat, batinku- ,ehm itulah awal perkenalanku dengannya begitu cantiknya ia yang terbalut dengan jilbab besar yang aku pribadi belum mampu untuk itu. Lama-kelamaan kami pun menjadi teman akrab, ia tak bosan-bosannya memberikan tausiyah-tausiyah yang luar biasa untukku.
Lama ku tak mendengar kabar darinya, bagaimana keadaan dan posisinya sekarang. Setiap ku mengirim sms padanya tak ku dapati balasan darinya. Lamaaaaa… ku dengar kabar yang begitu berat tentangnya dari seorang teman ku yang lain, seperti benda yang ber ton-ton beratnya telah menimpaku. Mbak A telah mengidap penyakit yang cukup parah kanker otak setadium 4, berulang-ulang ku menyubut asma Allah untuk menenangkan batinku. Kini ia sedang berbaring di rumah sakit, dalam keceriaannya ia menyimpan kesakitan yang teramat “mbak aku saying kamua karena Allah” batinku. Dalam setiap sujud panjangku, aku mendoakan yang terbaik baginya dan kesehatan untuknya. Namun Allah berkata lain, Allah telah memanggilnya kembali untuk bercinta dengan Nya di akherat sana. Dengan penuh keikhlasan aku melihat kepergiannya dengan air mata yang tak dapat ku control untuk berhenti. Ku pandangi wajah ceria itu dalam tubuh kakumu, semoga tempat terbaik bagi mu mbak…..
Chyun_asc . Surakarta, 170710
Rabu, 30 Juni 2010
INGIN KU TULIS SEBUAH PUISI
Dalam ketakberdayaan dan ke tak mampuan untuk mempersembahkan
Hanya coretan tak bermakna yang dapat ku berikan
Coretan yang tak ku tulis melelui pena, namun ku tulis melelui ketikan
Sungguh....tak bermakna
Aku bukanlah manusia yang berduit banyak
Tak dapat memberikan barang yang murah apa lagi mahal
Hanya kata-kata yang tak bermakna berat, namun ringan....
Ingin ku manyampaikan dawai-dawai dalam hati, melalui lenggak-lenggok kata-kata
Ingin ku menulis puisi, namun tak tau harus memulai dari mana
Aku tak dapat merangkai kata-kat menjadi kalimat yang indah
Namun, aku dapat menuangkan apa yang ada dalam hati dan pikiran
Hanya coretan tak bermakna yang dapat ku berikan
Coretan yang tak ku tulis melelui pena, namun ku tulis melelui ketikan
Sungguh....tak bermakna
Aku bukanlah manusia yang berduit banyak
Tak dapat memberikan barang yang murah apa lagi mahal
Hanya kata-kata yang tak bermakna berat, namun ringan....
Ingin ku manyampaikan dawai-dawai dalam hati, melalui lenggak-lenggok kata-kata
Ingin ku menulis puisi, namun tak tau harus memulai dari mana
Aku tak dapat merangkai kata-kat menjadi kalimat yang indah
Namun, aku dapat menuangkan apa yang ada dalam hati dan pikiran
Selasa, 29 Juni 2010
Senin, 28 Juni 2010
Diam Yang Mempunyai Makna

Kata "diam" tak selamanya tidak memiliki makna, namun diam pun dapat mewakili jawaban dari suatu pertanyaa-pertanyaan. Masih banyak di luar sana yang mangartikan diam tak mempunyai makna yang berarti. Dalam diam pun dapat mewakilijawaban-jawaban yang tak perlu dijawab dengan kata-kata. Diam memiliki makna yang lebih dalam dari pada sebuah kalimat. Sebagai contoh, seorang wanita yang dilamar oleh laki-laki, wanita tersebut menyampaikan ketersediaannya untuk dikhitbah dapat terwakilkan oleh diamnya. -pernyataan dari teman penulis-.red Sunnah Rasulullah dalam musyawarah suatu mufakat dapat diperoleh dari diamnya peserta musyawarah.
Langganan:
Postingan (Atom)